Rabu, 21 Maret 2012

BBV Vonis Dompu Bebas Flu Burung


Kepala Dinas Peternakan Dompu Ir.Fakhruddin A.Wahab
Bali 1, KM-Mayarakat Dompu Saat ini patut untuk tenang karena Beberapa Jam lalu tepatnya kamis 22/03 pukul 08.00 wita, Balai Besar Veteriner (BBV) dari Provinsi Bali menginformasikan kepada masyarakat Dompu melalui Dinas Peternakan Kabupaten Dompu bahwa Kabupaten Dompu Bebas dari penularan Virus H5N1 atau yang biasa disebut penyakit Flu Burung.
Kesimpulan ini diambil lembaga penelitian tersebut setelah melakukan penelitian khusus terkait kemungkinan penularan penyakit yang sangat berbahaya bagi unggas ini di Kabupaten Dompu. Kegiatan penelitian yang diberi nama Serologi ini dilakukan dengan mengambil sampel Darah dari 250 ekor unggas diberbagai lokasi di Kabupaten Dompu.”dalam penelitian itu kami dari Pihak Dinas Peternakan mendatangi lokasi secara acak yakni di desa Kerama Bura, Desa O’O, dan beberapa Desa-Desa lain yang menjadi sentral peternakan unggas”, demikian Kepala Dinas Peternakan Ir. Fakhruddin menjelaskan.
Dari hasil penelitian sampel darah tersebut lanjut Ir.Fakhruddin, Dompu oleh BBV dinyatakan Negatif AI (Avian Influenza-red). “dengan demikian, masyarakat Dompu khususnya tidak perlu terlalu khawatir akan penularan Virus tersebut karena berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan Dompu masih termasuk dalam Zona Bebas Flu Burung.
Namun demikian, Pemerintah Dompu dalam hal ini Dinas Peternakan tetap menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan terutama kandang unggas peliharaannya masing-masing. “kami tetap menghimbau kepada masyarakat agar memperhatikan surat edaran Pemerintah yang sudah kami keluarkan terkait perlunya kewaspadaan terhadap penularan Flu Burung ini”, Ungkapnya.[Wo2]

Dinas Peternakan Menangkan Kejuaraan Pimpong Se Dompu


Pertandingan Dinas Peternakan, Ir.Fakhruddin A.Wahab (Kanan) dan Atlet RSUD Dompu
Bali 1,KM-Menyambut HUT Kabupaten Dompu 11 April mendatang, Pemerintah daerah setempat seperti biasa menyelenggarakan Kejuaran Pimpong antar Instansi. Dalam kejuaraan tersebut, Atlet Pimpong Ir.Fakhruddin yang juga merupakan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Dompu berhasil menyisihkan lawan-lawannya hingga final.
Ir.Fakhruddin (ke tiga dari kanan), saat foto bersama para atlet dan panitia kejuaranan olahraga tenis meja.
Bukan tanpa persaingan, Ir.Fakhruddin berhasil melenggang ke babak final setelah mematahkan perlawanan sengit dari para atlet lain di Dinas Perikanan Dan Kelautan, Setda Dompu, Dan RSUD Dompu. Sedangkan di Babak Final yang memperebutkan Piala Bergilir tersebut, Dinas Peternakan Dompu sekali lagi berhasil menumbangkan lawannya dari RSUD Dompu tanpa perlawanan berarti.
Dengan kemenangan ini, Dinas Peternakan dengan Ir.Fakhruddin sebagai ujung tombak berhasil memboyong Piala Bergilir HUT Dompu yang ke 197. Prosesi serah terima Piala kejuaraan cabang olahraga Pimpong ini akan dilakukan saat penyelenggaraan acara puncak HUT Dompu.[Siol]

Senin, 19 Maret 2012

Kelompok Damai, Mantapkan Diri Demi Sebuah Obsesi

Bali 1,KM-“Dua kali sudah kami mengajukan diri dengan membentuk Kelompok Ternak demi sebuah harapan yakni untuk mendapatkan bantuan Pemerintah dalam bentuk pembagian Sapi ini” demikian tutur Ketua Kelompok Tani Ternak Damai Kelurahan Bali 1 Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu Suaeb M.Taher Minggu Kemarin (18/03) saat berbincang-bincang dengan Kru Kampung Media Bali 1.
Diakuinya, Kelompok yang sudah dibentuk sejak 2010 tersebut sudah lebih maksimal mempersiapkan diri dan tidak ingin membuat Pemerintah kecewa saat melakukan survey ke kelompok Damai nantinya.”semua fasilitas yang dibutuhkan sesuai proseurnya untuk mendapatkan bantuan itu sudah kami siapkan. Mulai dari kandang, Bak tempat minum Sapi, Balai pertemuan para anggota kelompok, juga Kandang Jepit pun sudah kami siapkan.” Ungkap Suaeb.
Disamping itu, dalam upaya untuk meraih bantuan pemerintah itu, kelompoknya juga sering melakukan Kerja bakti membersihkan kandang dan area sekitar kandang agar tetap bersih. Kelompok Damai juga melakukan pertemuan rutin untuk mengatur rencana-rencana strategis dalam mengelola bantuan pemerintah nantinya. Sekitar 50 Are luas wilayah Kandang kami yang akan kami persiapkan untuk tempat pemeliharaan Sapi-sapi itu nantinya.” Imbuhnya.[Siol]

Jumat, 16 Maret 2012

PIJA-R (Ide PIJAR Dalam Versi Lain)

Ditulis Oleh :Drs.Suharyanto,SE












"one vilage one produck. artinya satu kampung satu andalan produk untuk apa ? untuk mendapatkankesempatan maksimal dalam usaha. tidak bersaing tanpa program. Contoh udah jadi, tinggal kembangkan ke yang lain, adalah di mana kalau mau beli arang ? di kampung sincan jawabnya. Jika ingin meubeler ? di Monta jawabnya, Jika mau parang pisau fanah yang bagus? di ginte doong!! Jika mau makan jagung yang nikmat di TK sire, Jika ingin sekolah yang bagus di TK IT, Jika mau kopi , di tambora, ika mau jagung kuning? kok di mana2 ada , wah semua jualan... siapa yang beli ? pasti orang luar atau orang yang punya uang tapi cuma sedikit, sehingga supaya dapat banyak jagung, caranya tau nggak ?.... iya caranya menekan harga !!! nah silahkan mau jagungnya selamat jual cepat jangan banyak nawar...... jika ingin harga tinggi.. tunggu rusak dulu... jadi kan murah juga akhirnya........ Siapa yang berkuasa setelah kita hebat panen jagung?.... yang berkuasa adalah yang penguasa uang..... pemilik uang... (kita juga punya , tapi sedikit sekali, gak cukup) hanya cukup untuk beli nasi kucing, padahal gak punya kucing!!!!

coba begini chan, kampungmu maksimalkan jagung ya..... kampung lain kacang panjang, lain lagi kacang pendek !!!! yang di sono tuh... kebun tebu, yang di sanaaa itu kebun karet (100 pohon usia 5 thn area 20 are bisa dapet bersih 10juta setahun) bisa panen terus selama 25 tahun.... . nah di sono an lagi kelapa aren, yang agak enak airnya tanami nilam, (1Ha bisa panen 28juta per 3 bulan) diambil minyaknya untuk diekspor ke paris untuk minyak wangi man....,

Yang piara sapi nih caranya.....
jangan tanam rumput gajah dong, nanti datang Gajah.... kan piaraan lita sapi, jadi ya rumput sapi dong....(ada gak ya...) atau biar sapinya sebesar Gajah ya.......

Kalau ingin piara sapi, kasih makan tanaman jagung aja yang umur 35 hari, masih seger dan manis (kata sapi lho) pernah makan chan? gimana rasanya? manis ? jangan cerita ke sapi nanti dia marah ... makanannya disabotasi sinchan!!!!

kenapa mesti jagung chan!!?? begini alur kisahnya.......
Pada suatu waktu, pemilik sapi satu2nya sapu kesayangannya... minta makan rumput dan maaf harus nyabot punya gajah lagi... rumput gajah....

saya bertanya.. sampai kapan kau carikan makan sapi itu sehingga kau memetik hasilnya? (masak memetik sapi ya.... tanam cabe bro... biar bisa dipetik hasilnya!!) dengan nada datar agak menurun sedikir dan menerawang jauuuuh sekali bebas hambatan... "ya.... nanti kalau sudah ber anak pak..." ya kalau dikawainkan ya Chan... berpa tahun? satu, 2, tiga atau empat? ternyata chan dia milih yang tercepat 1 tahun !! padahal kan ini bukan pilihan ya.... tapi pertanyaan nada bodoh.... aja.. Kok jawabnya gitu, lebih bodoh......
kalau sapinya masih ndara ya... lumayan....
lama....
Pertasnyaanku lagi " terus untuk pendapatan harianmu apa ..?"
Jawabnya " ya.. mana adanya kadang ada kadang tidak..., banyak tidaknya...."
"Lho kan sapinya makan tiap hari, kok sampeyan makan gak tentu... gimana ini... apakah gak tukaran hidup saja sama sapi?!!!"

Ha ha ha ha... semua tertawa tanpa tahu apa maksudnya.........

Saya mulai serius nih bicaranya... ..saya tanya lagi... "jika pake batabg jagung sapimu satu hari butuh berapa batang " Dia bingung karena gak pernah hitung, mau tanya yang bersangkutan ( sapi) pasti jawabnya ngaco... Saya tanya lagi " gini dah.... 150 batang ya... suruh terima aja apa adanya sapi itu., Kalau begitu 150 biji jagung bisa membuat kenyang sapi dalam sehari. sama dengan separo buah jagung untuk sehari , kan ? nah tetapi jagung itu harus ditanam dulu selama 35 hari..... ngerti nggak Son ? Sehari cuma tanam 150 biji, besuknya lagi 150 biji, besuknya 150 biji terus sampai hari ke 35. Kalau tidak punya tanah pinjam tanah nganggur, kalau kesulitan minta sama Bos Besar ,.. pinjam aja
Hari penanaman yang ke 35 maka tanaman hari pertama panen untuk di babat dicincang dikasihkan sapi......... Sapi pun bahagia karena melihat jagung berikutnya sudah siap..... ( kaya kita simpan beras sekarung di rumah itu chan tentramnya) Sapi pun cepat gemuk karena hatinya tentram, karena pemiliknya tidak suka marah-marah lagi....

Chan ada kelanjutannya nih .. Apa yang didapat dari jagung umur 35 hari ? yaitu Baby Corn bahan sayuran ber protein tinggi yang sering disentuh masyarakat tetapi untuk dikasihkan ke sapi... bukan untuk disayur.....
Bayangkan kalau 1 pohon i biji jagung bayi(baby corn) maka setiap hari pemilik sapi ( kebun) akan dapat 150 tongkol, jiaka setiap 10 tongkol dikemas denga cantik laku dijual 2500 rupaih maka hari itu ada pendapatan harian 2500 kali 15 ( etung sendiri, ambil uangnya) kenapa sedikit 37500 setiap hari ? kalau mau banyak berbanyak nanamnya setiap hari lipatkan dua atau tiga... pasti sapi senang( pemilik sapi juga kan )
Itu pendapatan harian. pendapatan tahunan ada juga Chan... sapimu gemuk jual cepat biar dapat uang.... hahahahahahaha.....
itu baru namanya PIJAR (Sapi jagung (R)) tau artinaya r dikurung ?
Merk dagang Kombinasi Sapi dan Jagung yang di Hak patenkan..... silahkan aja.... biar dipatenkan mau nuntut apanya... wong cuma petani kecil gak ada apa-apanya.....
Mau konsultasi silahkan hubungi 081915826897,
Chan sapinya lepas........ kejar dulu ya.... sampai jumpa..." daaaahhh..[KM,Bali1]

Kamis, 15 Maret 2012

“Kabar Angin” Dari Dompu

Bali 1, KM-Sengaja penulis member Judul di atas agar terkesan berbeda dari biasa. Demikian pula peristiwa datangnya angin kencang yang melanda Kabupaten Dompu sejak hari Rabu lalu. Berbeda dari tahun sebelumnya, angin kencang di kabupaten Dompu saat ini terhitung lebih lama dan lebih kencang.
Sejak Rabu pagi yakni sekitar pukul 09.00 wita sudah terjadi pemadaman listrik berkali-kali dengan interfal waktu pemadaman sekitar 15 sampai dengan 30 menit. Selain itu, pada Hari Rabu Malam, Angin kencang ini juga sempat membuat Warga Tidak hanya Warga Kampung Bali 1 tetapi juga kampung-kampung lain di Kabupaten Dompu dan sekitarnya takut untuk tidur di dalam Rumah mereka masing-masing karena angin yang kian lama kian kencang.
Bahkan kabarnya, Warga dikabuparen Bima dan sekitarnya pun juga mengalami kekhawatiran yang sama. Warga lebih memilih untuk tidur atau duduk di teras rumah masing-masing untuk angin kencang tersebut reda. Sayangnya, hingga berita ini di relist KM Bali 1, Angin kencang ini belum juga reda. Malah tambah kencang saja.
Puncak dari pengaruh angin kencang ini adalah terjadinya pemadaman Listrik yang terpaksa dilakukan pihak PLN pada Kamis (15/03) pagi hingga Petang di beberapa wilayah kabupaten Dompu yakni sebagian Wilayah Kelurahan Karijawa hingga Kelurahan Bara kecamatan Woja yang berjarak kira –kira 10 Kilometer dari Kota Dompu. Pemadaman ini terpaksa dilakukan karena Jalur Distribusi tenaga listrik di Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja  Rusak akibat tertimpa Pohon yang tumbang karena kencangnya angin tersebut. Kejadian ini mengundang perhatian Wartawan dari beberapa media masa local maupun elektronik seperti stasiun TV swasta.
Sama halnya dengan yang terjadi di Kampung Ginte Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja Dompu. Atap rumah warga setempat rusak ringa akibat di hantam kabel jaringan distribusi Listrik yang terbawa angin. Pada saat Kru KM Bali 1 memantau langsung lokasi tersebut, para warga setempat sedang membantu memperbaiki kembali atap rumah yang rusak itu.
Akibat dari pemadaman listrik yang sangat lama ini, hampir seluruh tempat usaha yang memanfaatkan energy listrik seperti tempat pangkas rambut dan Warnet lumpuh total. Belum jelas berapa kerugian yang diderita para pengusaha tersebut akibat nusibah angin kencang ini.[Wo2]

Senin, 12 Maret 2012

Harga jagung Belum stabil, Petani Dompu Rugi

Bali 1,KM- Turuny  harga jagung yang dijual petani terhadap para pengecer atau pedagang local merupakan  suatu  pukulan menyedihkan bagi petani sendiri. Hal itu dinilai tidak seimbang untuk petani jagung  dengan  nilai yang di keluarkannya mulai awal penanaman hingga panen. dengan harga yang di mainkan oleh pengecer tersebut,  banyak petani yang  berucap kecewa terhadap ulah para pengecer.
Lantaran memang harga yang ditawarkan sangat rendah yakni seniali Rp 1400 untuk harga perkilo  gramnya  menurut Jaidi, seorang petani jagung manyatakan kami sangat rugi dengan harga itu, tapi Petani jagung  sendiri mau tidak mau harus jual.
Bayangkan mulai dari awal, petani harus  membayar  Hand Traktor  untuk  mengarap lahan untuk Tanami jagung  bagi petani yang membeli bibit sangat mahal kemudia membeli pupuk bersak-sak. memang jatah pemupukan jagung  harus  3x hingga masa panen tiba. “Jika kami hitung sudah berapa yang kami keluarkan. Mungkin Bisa sampai jutaan rupiah”, keluh Jaidi. Tapi hasilnya justeru  gulung tikar para petani jagung  katanya.[Siol]

Minggu, 11 Maret 2012

Ular Piton Meresahkan Kampung


Bali 1,KM-Ular Piton meki tidak berbisa tapi dianggap cukup berbahaya bagi masyarakat karena ukuran tubuhnya yang dapat menyamai tinggi seorang Manusia dewasa. Rupanya ketakutan masyarakt terhadap ular ini cukup beralasan karena sebelumnya sangat jarang sekali ditemukan Ular jenis ini yang melakukan kontak langsung dengan manusia terutam masyarakat Kelurahan Bali 1 Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu.
Beberapa hari lalu di temukan seekor ular Piton yang tertangkap sedang memangsa ternak unggas warga setempat. Spontan saja warga yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak minta tolong sehingga mengundang perhatian warga lain di sekitarnya. Ular Piton na’as itu pun berhasil ditangkap dan dibunuh warga.
Ketakutan masyarakat kian bertambah setelah diketahui Ular dengan jenis dan ukuran yang sama juga berhasil ditemukan dan ditangkap oleh warga Kelurahan Karijawa Kecamatan Dompu saat melintas di sekitar Pemukiman warga setempat.
Berbagai teori dan dugaan pun bermunculan. Ada yang mengatakan bahwa Ular yang tergolong sangat jarang ditemukan di wilayah perkampungan tersebut muncul karena terbawa oleh arus banjir dari wilayah pegunungan. Ular-ular tersebut harus mengikuti alur sungai untuk mencari habitat baru karena habitat aslinya sudah dirambah para Petani saat membuka Lahan Baru di Gunung.
Dugaan lain juga mengatakan, bahwa ular-ular Piton ini hanya tersesat dan tidak menemukan jalan kembali ke sarangnya. Dari ukuran Ular tersebut sebagian warga menyimpulkan bahwa ular yang ditemukan warga itu masih bayi sehingga masyarakat menduga masih banyak Jenis ular yang sama (Ular Piton-red) yang berkeliaran dan sedang menyebar di perkampungan warga.”kami rasa ular-ular ini datang dalam jumlah banyak dan pasti ada induknya karena yang kami temukan ini sepertinya masih bayi.” Demikian Ungkap salah seorang warga yang tidak sempat kami tanyakan identitasnya.
Hingga berita ini di relist, belum diketahui apakah ular jenis ini merupakan jenis Ular yang dilindungi undang -Undang ataukah Ular Piton biasa saja.[Siol]

Jumat, 09 Maret 2012

Bupati Relist Himbauan Waspada Flu Burung

IR.FAKHRUDDIN A.WAHAB, M.Si
 Bali 1, KM-Flu Burung kini mulai menjadi focus perhatian pemerintah yakni Dinas Peternakan Kabupaten Dompu. Betapa tidak, penyakit yang disebabkan oleh virus H5N1 ini sudah banyak merugikan Ternak Unggas Kabupaten Dompu.
Sebagai bentuk perhatian pemerintah tersebut, Bupati Dompu Drs.H.Bambang M.Yasin melalui Dinas Peternakan Kabupaten Dompu Mengeluarkan Himbauan kepada seluruh masyarakat Dompu untuk waspada terhadap penyakit yang biasa juga disebut Avian Influenza ini dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut:
1.       Meminta kepada Dinas Peternakan Kabupaten Dompu untuk mengontrol dan mengamankan lalu lintas Ternak, pekerja ternak maupun kendaraan yang keluar masuk lokasi Peternakan Unggas.
2.       Meminta kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan pekarangan, Kandang unggas Dan peralatan kandang unggas secara berkala.
3.       Memasak makanan yang berasal dari Unggas pada suhu 80o Celsius.
4.       Untuk medapatkan info lebih lanjut tentang himbauan tersebut silahkan Download gambarnya.
Menanggapi hal tersebut Kepala dinas peternakan Kabupaten Dompu Ir. Fakhruddin A.Wahab, M.si telah melakukan upaya-upaya preventif terkait penularan penyakit paling berbahaya bagi Unggas ini. Pihaknya telah melakukan pemberian faksinasi secara berkala terhadap lokasi-lokasi peternakan unggas di Dompu. Selain itu pihaknya juga dengan berkoordinasi dengan UPTD Peternakan Se Kabupaten Dompu melakukan kegiatan penyemprotan bahan Desinfektan (Anti Hama-red) terhadap kandang-kandang unggas yang beresiko tertular virus tersebut.”sejauh ini kami sudah melakukan upaya maksimal dalam pencegahan penyakit ini. Disamping itu kami selalu membuka diri untuk menerima laporan masyarakat tentang Penyakit ini.”. Tegasnya.
Meski demikian, Menurut Fakhruddin, Kabupaten Dompu masih berada pada Zona aman Flu Burung sehingga pihaknya juga menganjurkan kepada masyarakat untuk secara bersama – sama tetap menjaga Zona aman tersebut.[SiolWo2]

Musim MURA Di So Jaddo Telah Tiba


Bali 1,KM-Mura bukanlah istilah baru bagi masyarakat Suku Mbojo yang berdiam di Kabupaten Dompu Khususnya warga Kelurahan Bali 1. Mura merupakan istilah yang artinya Menanam atau lebih jelasnya adalah kegiatan Menanam Kembali batang-batang Padi setelah dicabut dari tempat persemaian.
Demikianlah kegiatang yang sedang ramai dilakukan para Petani Warga Bali 1 di areal persawahan So Jaddo beberapa hari terakhir hingga saat ini. Hal ini menandakan bahwa musim panen hampir usai meskipun masih ada beberapa petak areal persawahan yang padinya belum dipanen.

Pada saat melakukan kegiatan Mura ini, biasanya petani maupun para buruh Sawah membawa Timbu dan Dahi sebagai bekal makanan pada saat istirahat setelah melakukan Mura. Timbu adalah makanan berupa nasi yang terbuat dari Beras Ketan kemudian dicampur dengan Santan kelapa lalu dimasukkan kedalam Ruas Batang Bambu kemudian setelah itu dibakar. Sedangkan Dahi adalah Tape yang terbuat dari Beras Ketan Hitam.
Bagi Masyarakat Dompu, makanan ini sudah menjadi makanan khas yang biasa dikonsumsi pada malam hari yang bercuaca dingin. Selain itu masyarakat terutama para Petani, menjadikan makanan khas ini sebagai bekal pada saat melakukan kegiatan Mura.[Siol]