Minggu, 13 Juli 2014

Negara Negara Pemenang Piala Dunia Sepanjang Masa

Perebutan gelar Juara Piala Dunia (FIFA World Cup) untuk sepakbola merupakan ajang yang sangat bergengsi. Kegiatan ini diadakan setiap 4 tahun sekali. Terkecuali, turnamen pernah ditiadakan selama 12 tahun mulai tahun 1938 karena pecah Perang Dunia II.
Untuk tahun 2014 ini, perebutan mahkota Piala Dunia di mulai dari tanggal 12 Juni 2014 s.d 13 Juli di Brazil.
Inilah daftar negara-negara yang pernah menjadi juara / the winner Piala Dunia. Sampai saat ini, negara Brazil masih menjadi the champion paling banyak dengan rekor 5 kali sebagai juara Piala Dunia. Untuk Indonesia? Ditunggu saja :-)

FIFA World Cup: 2014 di Brazil
FIFA World Cup: 2010 di Afrika Selatan
FIFA World Cup: 1930 di Uruguay
FIFA World Cup: 1934 di Italia
  • Juara ke-1: Italia
  • Juara ke-2: Czechoslovakia
  • Juara ke-3: Jerman
  • Juara ke-4: Austria
FIFA World Cup: 1938 di Perancis
  • Juara ke-1: Italia
  • Juara ke-2: Hungaria
  • Juara ke-3: Brazil
  • Juara ke-4: Swedia
FIFA World Cup: 1950 di Brazil
  • Juara ke-1: Uruguay
  • Juara ke-2: Brazil
  • Juara ke-3: Swedia
  • Juara ke-4: Spain
FIFA World Cup: 1954 di Switzerland
  • Juara ke-1: Jerman Barat
  • Juara ke-2: Hungaria
  • Juara ke-3: Austria
  • Juara ke-4: Uruguay
FIFA World Cup: 1958 di Swedia
  • Juara ke-1: Brazil
  • Juara ke-2: Swedia
  • Juara ke-3: Perancis
  • Juara ke-4: Jerman Barat
FIFA World Cup: 1962 di Chilli
  • Juara ke-1: Brazil
  • Juara ke-2: Czechoslovakia
  • Juara ke-3: Chilli
  • Juara ke-4: Yugoslavia
FIFA World Cup: 1966 di England
  • Juara ke-1: England
  • Juara ke-2: Jerman Barat
  • Juara ke-3: Portugal
  • Juara ke-4: Soviet Union
FIFA World Cup: 1970 di Mexico
  • Juara ke-1: Brazil
  • Juara ke-2: Italia
  • Juara ke-3: Jerman Barat
  • Juara ke-4: Uruguay
FIFA World Cup: 1974 di Jerman Barat
  • Juara ke-1: Jerman Barat
  • Juara ke-2: Belanda
  • Juara ke-3: Polandia
  • Juara ke-4: Brazil
FIFA World Cup: 1978 di Argentina
  • Juara ke-1: Argentina
  • Juara ke-2: Belanda
  • Juara ke-3: Brazil
  • Juara ke-4: Italia
FIFA World Cup: 1982 di Spain
  • Juara ke-1: Italia
  • Juara ke-2: Jerman Barat
  • Juara ke-3: Polandia
  • Juara ke-4: Perancis
FIFA World Cup: 1986 di Mexico
  • Juara ke-1: Argentina
  • Juara ke-2: Jerman Barat
  • Juara ke-3: Perancis
  • Juara ke-4: Belgia
FIFA World Cup: 1990 di Italia
  • Juara ke-1: Jerman Barat
  • Juara ke-2: Argentina
  • Juara ke-3: Italia
  • Juara ke-4: Inggris
FIFA World Cup: 1994 di Amerika Serikat
  • Juara ke-1: Brazil
  • Juara ke-2: Italia
  • Juara ke-3: Swedia
  • Juara ke-4: Bulgaria
FIFA World Cup: 1998 di Perancis
  • Juara ke-1: Perancis
  • Juara ke-2: Brazil
  • Juara ke-3: Croatia
  • Juara ke-4: Belanda
FIFA World Cup: 2002 di Korea Republic & Japan
  • Juara ke-1: Brazil
  • Juara ke-2: Jerman
  • Juara ke-3: Turki
  • Juara ke-4: Korea Republic
FIFA World Cup: 2006 di Jerman
  • Juara ke-1: Italia
  • Juara ke-2: Perancis
  • Juara ke-3: Jerman
  • Juara ke-4: Portugal
Team
Pemenang
Runners-up
Ke-3
Ke-4
1958, 1962, 1970, 1994, 2002
1950, 1998
1938, 1978
1974
1934, 1938, 1982, 2006
1970, 1994
1990
1978
1954, 1974, 1990
1966, 1982, 1986, 2002
1934, 1970, 2006
1958
1978, 1986
1930, 1990
-
-
1930, 1950
-
-
1954, 1970
1998
2006
1958, 1986
1982
1966
-
-
1990
-
1974, 1978
-
1998
Czechoslovakia
-
1934, 1962
-
-
Hungaria
-
1938, 1954
-
-
Swedia
-
1958
1950, 1994
1938
Polandia
-
-
1974, 1982
-
Austria
-
-
1954
1934
Portugal
-
-
1966
2006
-
-
1962
-
Croatia
-
-
1998
-
Turki
-
-
2002
-
-
-
1930
-
Yugoslavia
-
-
-
1930, 1962
Belgia
-
-
-
1986
Bulgaria
-
-
-
1994
-
-
-
2002
Soviet Union
-
-
-
1966
-
-
-
1950
Penghargaan dalam FIFA World Cup
Pada setiap akhir musim FIFA World Cup, penghargaan penghargaan diberikan kepada pemain dan tim peserta. Sampai saat ini terdapat 6 penghargaan yakni:
  1. Golden Ball, diberikan kepada pemain terbaik berdasarkan hasil voting. Pertama kali penghargaan ini diberikan pada tahun 1982. Selain Golden Ball, untuk kedua diberikan Silver Ball dan terakhir Bronze Ball.
  2. Golden Shoe (Golden Boot) diberikan kepada pencetak gol terbanyak. Pertama kali penghargaan ini diberikan tahun 1982. Selain Golden Shoe, ada juga Silver Shoe dan Bronze Shoe untuk pencetak terbanyak kedua dan ketiga.
  3. Yashin Award, untuk kiper terbaik. Pertama kali diberikan tahun 1994.
  4. Best Young Player Award, diberikan kepada pemain termuda dengan umur dibawah 21 atau lebih muda. Pertama kali diberikan tahun 2006.
  5. FIFA Fair Play Trophy, diberikan kepada tim yang mempunyai rekor terbaik bermain jujur. Pertama kali dianugrahkan pada tahun 1978.
  6. Most Entertaining Team, bagi tim yang bisa memberikan hiburan terbaik bagi penonton selama musim World Cup. Penghargaan ini diberikan pada tahun 1994
Lainnya dari FIFA World Cup 2010

Buktikan Ketangguhannya Jerman Juara Piala Dunia 2014


RIO DE JANIERO, KOMPAS.com — Jerman memastikan diri keluar sebagai juara Piala Dunia 2014 setelah berhasil mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di Stadion Maracana, Minggu atau Senin (14/7/2014) dini hari WIB.

Gol tunggal kemenangan Jerman dicetak Mario Goetze pada menit ke-113. Jerman dan Argentina memainkan babak tambahan setelah bermain imbang tanpa gol hingga babak normal. 

Keberhasilan ini pun membuat Jerman mencatat sejarah baru dalam perhelatan Piala Dunia. Jerman kini menjadi satu-satunya tim Eropa yang berhasil menjuarai Piala Dunia di Amerika Selatan. 

Pada pertandingan ini sebenarnya kedua tim memainkan komposisi terbaiknya. Hanya gelandang Jerman, Sami Khedira, yang harus absen karena mengalami cedera saat melakukan pemanasan sebelum pertandingan. 

Pelatih Jerman, Joachim Loew, memasukkan nama Christoph Kramer untuk menggantikan posisi Kheidira yang sebelumnya berada dalam line-up skuad Der Panzer. Sementara itu, gelandang andalan Argentina, Angel Di Maria, tetap tidak bermain dalam laga final karena belum pulih dari cedera. 

Jerman mencoba mengambil alih permainan sejak menit-menit awal. Namun, Argentina juga bukan tanpa serangan karena mereka beberapa kali mampu membuat barisan pertahanan Jerman kerepotan. 

Ini misalnya pada menit keempat, saat Argentina menusuk jantung pertahanan Jerman lewat serangan balik yang dikreasi Gonzalo Higuain. Sayang, peluang itu terbuang sia-sia karena tidak ada pemain yang menyambut umpan silang Higuain dari sisi kanan pertahanan Jerman. 

Pada menit ke-22, Argentina kembali mendapatkan peluang emas. Kesempatan itu berawal dari blunder Toni Kroos yang ingin melakukan back-pass ke barisan belakang. Namun, bola umpannya itu justru mengarah ke Higuain. 

Higuain yang berdiri bebas tanpa pengawalan bek Jerman lalu menggiring bola ke dalam kotak penalti. Sayang, bola tendangannya masih melenceng ke sisi kanan tiang gawang Jerman yang dikawal kiper Manuel Neuer. 

Selama paruh pertama, Jerman tampak kesulitan menembus rapatnya berisan belakang Argentina, sementara Lionel Messi dan kawan-kawan terlihat lebih efektif dalam melakukan serangan balik. 

AFP / FABRICE COFFRINIStriker Argentina, Gonzalo Higuain, seusai menceploskan bola ke gawang Jerman pada partai final Piala Dunia 2014 di Stadion Maracana, Minggu (13/7/2014). Namun, gol tersebut dianulir wasit karena hakim garis menilai Higuain lebih dulu berada di posisi offside.
Bahkan, pada menit ke-30, Argentina sebenarnya mampu menceploskan bola ke gawang Jerman melalui torehan Higuain. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena hakim garis melihat Higuain lebih dulu berada di posisi offside saat menerima umpan Ezequiel Lavezzi.

Peluang terbaik Jerman diciptakan Andre Schuerrle pada menit ke-36. Pemain yang baru masuk menggantikan Kramer itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Akan tetapi, bola tendangannya masih dapat ditepis oleh kiper Argentina, Sergio Romero.

Pada injury time, Der Panzer kembali mendapatkan peluang. Namun, kali ini giliran Benedikt Hoewedes yang gagal karena sundulannya, yang memanfaatkan bola umpan tendangan pojok Kroos, masih membentur tiang gawang. 

Selepas turun minum, Argentina kembali mengancam melalui aksi Messi. Beruntung bagi Jerman, bola tendangan Messi dari dalam kotak penalti masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Jerman. 

AFP / ODD ANDERSENGelandang tim nasional Jerman, Mesut Oezil saat ingin merebut bola dari kaki bomber Argentina, Lionel Messi, pada laga final Piala Dunia 2014 di Stadion Maracana, Minggu (13/7/2014).
Sepanjang babak kedua, kedua tim tampak saling menyerang. Namun, mereka lebih sering memainkan bola di lapangan tengah. Tempo pertandingan pun sedikit melambat ketimbang babak pertama. 

Pada menit ke-80, Jerman membalas. Sayang, bola tendangan Kroos dari luar kotak penalti seusai menerima umpan silang Mesut Oezil masih belum menemui sasaran karena melenceng di sisi kiri gawang Argentina. 

Pada babak tambahan, tempo pertandingan masih berjalan lambat. Meski begitu, beberapa kali Jerman dan Argentina mempunyai peluang emas untuk saling membobol gawang. 

Gol yang ditunggu-tunggu publik Jerman pun akhirnya tiba setelah Goetze mencetak gol indah untuk membuat timnya unggul pada menit ke-113. Gol itu berawal dari aksi Andre Schuerrle di sisi kiri pertahanan Argentina. 

AFP / GABRIEL BOUYSPara pemain Jerman saat merayakan gol Mario Goetze ke gawang Argentina pada pertandingan final Piala Dunia 2014 di Stadion Maracana, Minggu (13/7/2014). Jerman menang 1-0 dan memastikan diri sebagai juara dunia 2014.
Ia kemudian memberikan umpan silang ke tengah kotak penalti. Goetze langsung mengontrol umpan tersebut sebelum melepaskannya dengan tendangan keras yang masuk ke pojok kiri gawang Argentina. Skor 1-0 untuk Jerman pun akhirnya bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. 

Sepanjang pertandingan, menurut catatan FIFA, Jerman menguasai bola sebanyak 60 persen dan melepaskan tujuh tembakan akurat dari 10 usaha. Adapun Argentina menciptakan 2 peluang emas dari 9 percobaan.

Susunan pemain
Jerman: 1-Manuel Neuer; 16-Philipp Lahm (kapten), Mats Hummels, 20-Jerome Boateng, 4-Benedikt Hoewedes; 7-Bastian Schweinsteiger, 23-Christoph Kramer (9-Andre Schuerrle 32), 18-Toni Kroos; 8-Mesut Oezil, 13-Thomas Mueller; 11-Miroslav Klose (19-Mario Goetze 88)
Pelatih: Joachim Loew

Argentina: 1-Sergio Romero; 4-Pablo Zabaleta, 15-Martin Demichelis, 2-Ezequiel Garay, 16-Marcos Rojo; 6-Lucas Biglia, 14-Javier Mascherano, 8-Enzo Perez (5-Fernando Gago 86); 10-Lionel Messi (kapten), 22-Ezequiel Lavezzi (20-Sergio Aguero 45); 9-Gonzalo Higuain (18-Rodrigo Palacio 78)
Pelatih: Alejandro Sabella

Wasit: Nicola Rizzoli (Italia)

Sumber : http://brasil2014.kompas.com/

Rabu, 28 Mei 2014

Prabowo Ingin Rebut Piala Dunia 2022


Prabowo Ingin Rebut Piala Dunia 2022
JAKARTA, GORIAU.COM - Kandidat Presiden masa depan, bertubuh tegap atletis, Letjen (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo mempunyai rencana besar. Ia ingin menjadikan Indonesia sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia 2022. Menggantikan negara kaya minyak Qatar yang mengundurkan diri dari pencalonan tempat penyelenggaraan Piala Dunia 2022

"Impian Cak Prabowo Subianto yang di waktu mudanya gila bola hingga saat ini, patut kita apresiasi. Impian pasti terlaksana, kenapa tidak?" kata musisi Achmad Dhani, dedengkot Dewa 19, yang diamini istrinya Mulan Jamela, 3 yuniornya Al, El, Dul, lalu si Raja Dangdut Rhoma Irama dan istrinya Ricca Rachim, anaknya Ridho Irama serta Pasutri seleb Anang Hermansyah - Aksanti beserta putri semata wayang Aurel Hermansyah dengan mantap.

Pendapat ini juga diamini news anchor (pembaca berita) si hitam manis Dina Faizal.Penyuka tembang "Lama Aku Mencarimu, Cinta Yang Kudamba" dari Rita Tyas Effendy ini menyampaikan di TVOne .

Keinginan mulia pensiunan Jenderal berbintang tiga Prabowo didukung 7 partai pendukung dan 7 tayangan stasiun televisi serta duo politisi gaek ARB dan Macfhud MD.

Langkah pertama dilakukan mantan suami Titiek Hediaty Suharto menyambut undangan kacang dua kelinci bermain bersama mesin gol Gareth Bale yang sukses membawa Real Madrid rengkuh Piala Liga Champions dengan menundukkan rival sekotanya Atletico Madrid 4 - 1.

"Saya akan bincang bincang berdua dengan Mr Bale dan utusan FIFA sekaitan rencana saya menjadikan Indonesia sebagai tempat penyelenggara Piala Dunia 2022 nanti," kata kandidat Presiden Prabowo Subianto Djojohadikusumo seperti ditirukan mesin pemenangan Gerindra Fadli Zon. ***

Sumber :
- See more at: http://www.goriau.com/nasional/prabowo-ingin-rebut-piala-dunia-2022.html#sthash.rIuN617f.dpuf